Crypton97.us

Blog berisikan informasi seputar jurnal pribadi ,dunia IT & info lainnya

Ambil SIM C di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akibat kena RAZIA OPS. SIMPATIK JAYA 2016

Tepatnya pada hari senin tanggal 4 april 2016 yang lalu saya punya niat untuk menebus kembali Kartu SIM ( Surat Ijin Mengemudi ) jenis motor atau SIM C yang di tahan oleh polisi lalu lintas sewaktu saya jalan jalan dengan menggunakan motor yamaha crypton saya, di wilayah Tanjung Barat pasar minggu – Jakarta Selatan. Saya selaku pemilik blog crypton97.us ini kena tilang di karenakan tidak menyalakan lampu utama di siang hari. Kena tilang pada tanggal 16 maret 2016 (16-03-2016) pass ada Operasi Simpatik Jaya 2016 yang di gelar oleh kepolisian. Ini merupakan kejadian yang kedua kali saya kena tilang di karenakan tidak menyalakan lampu utama pada motor di siang hari :( . Dan saya kena tilang kedua kali ini malah di lokasi yang sama lagi hehehe sial lagi apes saya. Seperti yang anda bisa lihat pada foto / gambar dibawah ini, ini merupakan lokasi dimana selalu ada razia dari pihak kepolisian lalu lintas.

Sewaktu saya masih kuliah di Gunadarma di wilayah Pondok China depok dan Margonda Raya, saya selalu setiap berangkat ke kampus selalu menggunakan motor yamaha crypton melalui jalur jalan Tanjung Barat ini. Dan pada waktu waktu tertentu pasti ada Razia kendaraan di Lokasi ini.

Saya kena tilang di berikan kertas tilang warna merah. Saya lihat bila menerima atau memilih slip kertas tilang warna biru harus membayar ke bank BRI sebesar Rp 100.000,- bila melanggar pasal 293 (2) mengenai bila tidak menyalakan lampu utama di siang hari untuk kendaraan roda dua alias motor. Karena di rasa mahal harus keluar duit Rp 100.000,- jadi saya lebih baik memilih slip warna merah, yang mana harus mengambil sendiri SIM C yang di tahan oleh polisi dengan mengikuti sidang di Pengadilan Negeri ada di Jl. Ampera Raya, No. 133, Jakarta Selatan.

Tetapi di karenakan setelah baca baca di informasi di Internet bila datang ke Pengadilan harus mengantri lama karena yang kena tilang pastinya banyak pada saat razia :) . Belum lagi lokasi jalan yang cukup macet untuk menuju ke lokasi. Untuk itu saya lebih baik memilih menebus SIM C saya yang di tilang setelah tanggal Sidang yang seharusnya datang pada hari jumat tanggal 1 april 2016. Saya lebih baik memilih mengambil SIM C saya di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Setelah tanggal sidang lebih tepatnya tanggal 4 april 2016 pada pagi hari dengan sebelumnya saya mengambil uang terlebih dahulu ke ATM BCA di TIP TOP, barulah saya meluncur ke lokasi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menembus SIM C yang di di tahan. Karena lokasi tempat tinggal saya ada di pondok bambu, maka saya naik motor melalui jalur jalan wilayah Cawang, Kali bata, lalu Pasar Minggu kemudian ke Tanjung barat dan Ke jalan TB Simatupang dan lokasi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dapat di temukan lokasinya yang bisa anda lihat sendiri pada gambar diatas. Sedangkan gambar dibawah merupakan petanya.

Sewaktu masuk ke halaman parkir Kejaksaan saya lihat masih sedikit kendaraan motor roda dua yang parkir, sepertinya memang masih sedikit orang yang ingin mengambil surat surat kendaraan yang di tahan di Kejaksaan. Setelah masuk ke halaman parkir dan memarkirkan kendaraan, saya bertanya ke petugas parkir, dimana lokasi loket tilang. Saya harus bertanya di karenakan ini merupakan pertama kalinya saya mengambil sendiri SIM yang di tahan akibat kena tilang sewaktu ada razia kendaraan.

Setelah bertanya ternyata lokasi loket tilang ada di samping sebelah kiri dari gedung KEJAKSAAN NEGERI Jakarta Selatan. Lantas saya langsung saja mendekati lokasi loket Tilang. Saya menyerahkan Slip Kertas surat tilang warna merah yang sudah saya bawa dari rumah ke loket Tilang. Lalu saya tunggu giliran saya untuk di panggil. Kurang lebih 3 atau 4 menit ternyata sudah di panggil nama saya untuk segera membayar biaya yang harus di bayar untuk menebus SIM C milik saya. Total biaya yang harus saya keluarkan untuk menebusnys adalah sebesar Rp 70.000,- . Dan saya berikan uang tersebut lantas saya menerima SIM C yang telah di tahan selama beberapa minggu. Akhirnya SIM C yang saya punyai kembali ke tangan saya dan pastinya saya langsung balik lagi ke rumah :) . Itulah proses pengambilan surat surat kendaraan bila ditahan oleh polisi lalu lintas jika ingin mengambilnya di Kejaksaan Negeri. Jadi bila di hitung hitung saya habis mengeluarkan uang sebesar Rp 80.000.- untuk mengambil SIM C. Dengan rincian Rp 10.000 untuk mengisi bensin dan bayar parkir di halaman Kejaksaan dan Rp 70.000,- untuk menebus SIM C yang di tahan.

Bila anda kena tilang harus mengetahui di wilayah mana anda kena tilang misalkan anda kena tilang di wilayah jakarta timur, maka anda bisa mengambil / menebusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur atau bila sudah lewat tanggal sidang anda mengambilnya di Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Sekian informasi yang bisa saya tulis pada hari ini meski telat menulis artikelnya, dikarenakan saya sedang ada masalah dengan koneksi internet yang saya pakai saat ini.

The Author

Tri Wahyudi

Artikel di blog ini di tulis oleh saya Tri Wahyudi S.Kom . Saya adalah Alumni Universitas Gunadarma . Dan maaf apabila artikel hasil karya saya di blog crypton97.us ini bila link download ada yang tidak berfungsi . Blog ini sudah saya buat sejak tahun 2007 hingga sekarang dan sampai akhir hayat menjemput :) . Mengenai semua artikel yang saya buat diblog ini, MAAF saya tidak melayani pertanyaan apapun :) .
Blog Crypton97.us built on WordPress. WordPress hosting by Hawkhost Frontier Theme